Nikah Muda? Siapa Takut !!

Nikah Muda

Nikah Muda? Siapa Takut !! – Topik tentang nikah muda memang sedang menjadi perbincangan hangat masyarakat, berbagai pendapat masyarakat muncul melalui media sosial. Ada yang mendukung namun tak sedikit pula yang menolak. “Buat apa sih nikah muda? Ga usah buru-buru lah nikmati masa muda dulu” banyak orang yang beranggapan bahwa nikah muda akan membatasi pergaulan dengan teman, mereka takut akan menghambat karir jika menikah diusia muda. Sebenarnya, nikah muda itu merupakan sunah yang dianjurkan rasul, kita juga akan terhindar dari perbuatan dosa. Dari pada pacaran mending nikah kan? toh pacaran juga belum tentu sampai pelaminan. Rugiiii…

Memang nikah diusia muda bukanlah hal mudah, banyak hal yang harus dipertimbangkan sebelum menjalani pernikahan. Hal ini terkait dengan kondisi biologis dan psikologis remaja yang belum siap menjalani pernikahan. Namun jika keduanya sudah siap menikah, lalu tunggu apalagi? Nikah muda juga memberikan banyak keuntungan antara lain, dapat melakukan traveling bersama pasangan halal, dapat saling belajar berkompromi untuk mengambil keputusan bersama, dapat saling mendukung pendidikan dan karir bersama, usia muda reproduktif tubuh lebih baik, siap dan sehat untuk memiliki momongan, pasangan muda juga dapat belajar untuk melepaskan kebiasaan egois, dll.

Muhammad Alvin Faiz & Larissa Chou

Nih ada contoh pasangan yang memilih untuk menikah diusia muda, Muhammad Alvin Faiz putra sulung ustadz Arifin Ilham yang baru berusia 17 tahun menikahi Larissa Chou wanita mualaf keturunan Tionghoa yang lebih tua dua tahun dari Alvin (20tahun). Mereka melakukan ijab kabul pada 6 Agustus 2016, di salah satu masjid di kawasan Bogor, Jawa Barat. Bagi Alfin menikah muda adalah salah satu cara terhindar dari perbuata zina. Untuk anak-anak muda yang ingin mengikuti jejaknya untuk menikah muda, Muhammad Alvin Faiz memberikan sedikit wejangan, “Saya menyarankan untuk nikah muda, tapi harus didukung dengan mental dan persiapan. Bukan karena nafsu belaka”, ” Ekonomi dan kemapanan pun perlu diperhatikan juga. Bukan karena rezeki ada setelah menikah, tapi harus dipersiapkan sejak awal”. Tujuannya agar setelah menikah bisa menafkahi keluarga sendiri tanpa campur tangan orangtua.

Ingat “Menyegerakan menikah, bukan terburu-buru untuk menikah”.

You may also like...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *