
Gerakan Rakyat: Evaluasi atau Tolak Perjanjian Dagang RI-AS!
Gerakan Rakyat Tolak Kesepakatan Dagang RI-AS: Dinilai Cederai Prinsip Bebas Aktif
Gerakan Rakyat - Gerakan Rakyat menyatakan sikap kritis terhadap kesepakatan dagang antara Pemerintah Republik Indonesia (RI) dan Amerika Serikat (AS) yang ditandatangani oleh Presiden Prabowo Subianto dan Donald Trump pada 19 Februari 2026 lalu.
Wakil Ketua Umum Gerakan Rakyat, Usamah Abdul Aziz menilai dokumen bertajuk "New Golden Age" mengandung banyak aspek terselubung yang berbahaya bagi kepentingan nasional.
Gerakan Rakyat menyoroti penggunaan istilah alliance alias persekutuan dalam dokumen kesepakatan tersebut. Menurut Usamah, penggunaan kata itu tidak lazim dan berpotensi menyimpang dari doktrin politik luar negeri Indonesia yang telah dianut selama 75 tahun.
"Di sampul kesepakatan tertulis alliance, yang tak lazim dalam kesepakatan bilateral negara mana pun. Istilah yang lazim digunakan adalah partnership atau kemitraan. Tentu saja, penggunaan kata itu berpotensi memunggungi prinsip politik luar negeri bebas aktif yang sudah diadopsi Indonesia selama 75 tahun," ujar Usamah lewat pernyataannya, dikutip Kamis (26/2/2026).
Meskipun dinamakan Agreement on Reciprocal Trade (ART), Usamah menilai perjanjian ini sama sekali tidak resiprokal. Berdasarkan dokumen setebal 45 halaman itu, Indonesia dibebani 217 kewajiban, sementara AS hanya memiliki enam kewajiban.
Indonesia juga dikenai daftar belanja wajib senilai USD 33 miliar atau sekitar Rp558,5 triliun yang mencakup produk energi USD 15 miliar, produk aviasi, termasuk 50 pesawat Boeing USD 13,5 miliar, dan produk pertanian sebesar USD 4,5 miliar
"Agak lucu, kesepakatan resiprokal, tetapi negara kita dikenai kewajiban belanja (mandatory shopping)," tuturnya.
Usamah menilai kesepakatan tersebut mengancam kedaulatan pangan dan mimpi industrialisasi nasional karena menghapus ketentuan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) bagi produk AS dan memperbolehkan masuknya mesin hingga baju bekas.
Di sisi lainnya, kebijakan hilirisasi mineral kritis seperti nikel terancam bubar karena penghapusan larangan ekspor bahan mentah ke AS.
Sektor digital pun tak luput dari kritik. Platform seperti Google, Amazon, dan Meta disebut mendapat "karpet merah" tanpa kewajiban pajak layanan digital (Digital Services Tax) maupun berbagi data.
Lebih lanjut, Usamah menyatakan bahwa AS memaksa Indonesia merombak aturan internal, mulai dari pelonggaran sertifikasi halal bagi produk manufaktur tertentu hingga penghapusan batasan kepemilikan saham asing di sektor strategis seperti penyiaran dan pers.
Poin paling krusial terkait kewajiban Indonesia untuk mengikuti langkah boikot AS terhadap negara ketiga melalui klausul "equivalent restrictive effect".
"Yang paling memukul telak, Indonesia diwajibkan mengadopsi langkah-langkah dengan equivalent restrictive effect ketika AS memberlakukan pembatasan perdagangan terhadap negara ketiga. Artinya, Indonesia harus membatasi ekspor dan investasi dari negara lain yang masuk ke dalam daftar boikot pemerintah Amerika Serikat," ungkap Usamah.
"Menurut kami, ini bukan lagi kesepakatan dagang, melainkan instruksi terperinci tentang bagaimana Indonesia harus menata ulang tata kelola domestiknya agar kompatibel dengan kepentingan ekonomi AS," tutupnya.
Gerakan Rakyat menyampaikan empat poin pernyataan sikap!
1. Menyatakan bahwa Agreement on Reciprocal Trade antara RI dan AS telah mengebiri prinsip politik bebas aktif, mengancam ekonomi nasional, dan mencederai kedaulatan ekonomi RI.
2. Menuntut pemerintah RI untuk mengevaluasi dan menegosiasikan ulang kesepakatan yang merugikan kepentingan nasional Indonesia.
3. Menuntut DPR menunda ratifikasi Perjanjian RTA hingga ada pemastian perubahan klausul yang merugikan Indonesia sudah dinegosiasikan ulang dan dikoreksi.
4. Jika renegosiasi tidak menghasilkan perubahan substantif yang melindungi kepentingan nasional dalam waktu 6 bulan, DPR RI wajib menolak ratifikasi secara keseluruhan.
Tips 25 Okt 2022
Dapatkan Ketenangan dan Rileks dengan "Me Time"
Pernahkah kamu merasa seperti tidak pernah mendapatkan kedamaian dalam hidup? Terus-menerus dikelilingi oleh orang-orang yang menuntut waktumu. Tuntutan
Pendidikan 17 Feb 2026
Bagaimana Cara Kuliah S1 Informatika di Kampus Swasta dengan Biaya Lebih Murah dari PTN
Ma’soem University membuka pendaftaran mahasiswa baru guna menjawab kebutuhan tenaga ahli teknologi yang kompeten melalui program studi Informatika S1
Pendidikan 4 Apr 2026
Kesalahan Umum Saat Mengerjakan Soal SNBT dan Cara Menghindarinya Secara Efektif
Dalam proses persiapan menghadapi Seleksi Nasional Berdasarkan Tes, memahami kesalahan umum yang sering terjadi menjadi langkah penting untuk meningkatkan
Tips 17 Maret 2025
Peran AI dalam SEO: Apakah AI Bisa Menggantikan Strategi SEO Manual?
Dalam era digital yang terus berkembang, penggunaan teknologi canggih seperti Kecerdasan Buatan atau AI semakin meluas dalam berbagai sektor, termasuk di dunia
Bisnis 26 Maret 2025
Strategi Konten Viral untuk UMKM: Hemat Biaya, Maksimal Hasil!
Di era digital saat ini, UMKM memiliki peluang besar untuk berkembang tanpa harus mengeluarkan biaya besar untuk pemasaran. Salah satu cara yang efektif adalah
Pengalaman 5 Jun 2024
Peranan Tapera dalam Menjawab Kebutuhan Perumahan Rakyat
Kebutuhan akan perumahan yang layak dan terjangkau merupakan salah satu hal mendasar yang harus terpenuhi bagi setiap warga negara. Seiring dengan pertumbuhan