
Pilihan hidup kita mungkin tak bisa sama dengan kebanyakan orang. Bahkan pilihan yang kita ambil bisa sangat berbeda dari ekspektasi orang lain. Pilihan dalam hal pendidikan, pekerjaan, hingga soal hubungan bisa kita buat sendiri. Hanya saja kadang pilihan kita dicibir atau dipandang buruk oleh orang lain. Bahkan mungkin ada yang meremehkan pilihan hidup kita. Namun, kita tetap punya peluang untuk merasa bahagia dengan pilihan hidup kita sendiri.
Kamu merasa nyaman dengan pilihan hidupmu sendiri. Tidak merasa terganggu atau terobsesi dengan standar hidup orang lain. Mengutip buku How to Respect Myself, orang-orang dengan harga diri rendah acapkali hanya membicarakan tentang orang lain. Saat kita hanya fokus pada standar hidup orang lain dan membuat perbandingan yang tak sehat, maka kita akan makin jauh dari kebahagiaan. Sementara saat kita fokus menjalani hidup kita sendiri, maka kita bisa menemukan kebahagiaan kita sendiri.
Saat membuat keputusan penting, tidak melakukannya dengan terburu-buru melainkan membuat pertimbangan yang matang dan membuat pilihan berdasarkan semua pertimbangan yang matang. Ketika menyadari ada tanggung jawab yang perlu kita terima dari tiap pilihan yang diambil, maka kita tidak mudah tertekan saat ada tantangan atau hambatan yang perlu diatasi. Serta membaut kita tidak memaksakan kehendak pribadi secara berlebihan ketika perlu berkompromi dengan realitas yang ada.
Saat pilihan yang kita ambil memudahkan kita untuk menjadi diri sendiri, maka kebahagiaan akan lebih mudah kita peroleh. Sebab kita takkan menghabiskan lebih banyak waktu membuat perbandingan atau menengok kehidupan orang lain. Rasa nyaman yang hadir sebagai diri sendiri membuat kita lebih mudah bahagia dengan cara sederhana.
Sekecil atau seremeh apa pun hal yang kamu lakukan, tapi kalau itu bisa menghadirkan kepuasan batin maka itu sudah lebih dari cukup untuk membuatmu bahagia. Kepuasan batin ini sifatnya bisa sangat personal. Dengan pilihan hidupmu, kamu bisa mendapat kepuasan batin dan ini bisa jadi sumber kebahagiaanmu sendiri. Perasaan hangat dan nyaman yang mengalir menjadi bukti bahwa kamu sudah cukup bahagia dengan apa pun pilihan yang diambil.
Ada harapan baik yang kamu tanamkan dalam pilihan hidupmu. Pilihan hidup yang kamu ambil bukan hanya untuk kepentingan pribadi atau menuruti ego pribadi semata. Melainkan karena ada hal-hal baik yang ingin kamu capai atau raih lagi. Selama masih bisa menjaga niat dan harapan baik, maka yakin saja ada kebahagiaan yang bisa hadir dalam hidupmu ke depannya.
Semoga apa pun pilihan hidup yang kamu ambil saat ini bisa mendatangkan lebih banyak keindahan lagi dalam hidup, ya. Terima kasih sudah berjuang hingga saat ini.
Bisnis 4 Jun 2023
Salma Markets $10 Bonus Forex Tanpa Deposit Indonesia
Trading tanpa deposit di Salma Markets merupakan salah satu cara untuk memulai trading di pasar keuangan tanpa harus mengeluarkan modal awal. Ini merupakan
Pendidikan 7 Okt 2025
Mau Langsung Kerja Usai Lulus? Kuliah Bisa Bekali Skill Praktikmu. Ini Faktanya!
Persaingan di dunia kerja kian ketat, menuntut para lulusan perguruan tinggi tidak hanya memiliki pemahaman teoretis yang kuat, tetapi juga bekal keterampilan
Gaya Hidup 29 Jul 2020
Apa Saja Perbedaan Led, Oled, dan Qled?
Berbicara pasal teknologi, televisi atau TV menjadi salah satu teknologi dengan transformasi terbesar sejak pertama ditemukan hingga saat ini. Jika dulu TV
Pendidikan 20 Maret 2025
CPNS dan Sekolah Kedinasan 2026: Strategi Belajar 'Anti Gagal' untuk Taklukkan Kedua Seleksi!
Setiap tahun, seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dan sekolah kedinasan menarik banyak perhatian dari para pencari kerja. Dengan banyaknya peminat,
Gaya Hidup 13 Agu 2022
Ada Cinta yang Sehat dalam Hubunganmu Berdasarkan Bukti Berikut
Salah satu cara untuk membangun hubungan yang kuat dan langgeng adalah adanya cinta yang sehat. Hubungan sehat secara umum dapat didefinisikan sebagai
Tips 31 Jul 2021
Destinasi Wisata Antimainstream Di Medan
Tidak hanya destinasi wisatanya, daya tarik Kota Medan juga berasal dari para penduduknya yang ramah terhadap turis. Meski stigma yang melekat adalah