
Cabut gigi adalah tindakan pengeluaran gigi dari gusi dan tulang penyangga gigi. Tindakan ini diindikasikan untuk gigi yang sudah tidak bisa dilakukan perawatan lagi. Sayangnya, banyak orang yang sakit gigi dan ingin giginya buru-buru dicabut. Padahal, ada banyak faktor yang perlu diperhatikan sebelum mencabut gigi, dan terkadang pencabutan bukanlah solusi yang tepat. Nah, di bawah ini adalah beberapa hal yang perlu Anda perhatikan sebelum memutuskan untuk cabut gigi ke dokter gigi yang di antaranya yaitu :
Sebelum memutuskan untuk mencabut gigi, sebaiknya periksakan dulu kondisi gigi tersebut. Apakah sakit gigi karena gigi berlubang? Bila ya, apakah lubang masih berukuran kecil atau sudah sangat luas dan dalam? Jika memang kondisi gigi masih memungkinkan untuk dilakukan penambalan, maka dokter gigi pasti akan melakukan tindakan tersebut. Bila lubang gigi sudah mencapai saraf dan struktur gigi masih baik, maka dokter gigi akan menyarankan untuk melakukan perawatan saraf akar, sehingga gigi dapat diselamatkan dan tidak perlu dicabut.
Pada dasarnya, tindakan yang diambil tetap akan bergantung pada kondisi gigi Anda. Seperti yang disebutkan dalam sebuah laporan di Makassar bahwa kondisi klinis gigi seperti adanya white spot, karies atau lubang gigi pada fase awal, karies yang meluas, bahkan gigi yang patah tetap akan disarankan melakukan perawatan untuk mempertahankan gigi tersebut, dan bukan langsung dicabut.
Tentunya, faktor sistemik juga tidak boleh diremehkan jika Anda memutuskan ingin mencabut gigi. Pencabutan gigi pada pasien yang memiliki penyakit sistemik akan sangat diperhatikan oleh dokter gigi, bahkan bisa dijadikan sebagai sebuah kontraindikasi untuk Tindakan pencabutan.
Menurut sebuah studi dalam Jurnal Kedokteran Komunitas dan Tropik tahun 2015, kondisi seperti gagal jantung kongestif, diabetes melitus, hipertensi, anemia, leukemia, penyakit ginjal, asma, epilepsi, kelainan perdarahan, infeksi oral, tumor, dan kehamilan dapat merupakan suatu kontraindikasi pencabutan gigi, tergantung kondisi umum pasien.
Pada kondisi seperti ini, dokter gigi dapat membatalkan atau menunda tindakan cabut gigi untuk menghindari komplikasi pasca pencabutan yang mungkin terjadi. Dokter gigi juga dapat memberikan obat pramedikasi atau merujuk pasien ke dokter yang menangani penyakit sistemik pasien, hingga keparahan kondisi umum pasien dapat diatasi terlebih dahulu.
Sebelum memutuskan untuk mencabut gigi, mesti disadari jika gigi dicabut berarti akan membuat gigimu ompong dan gigi tidak bisa tumbuh Kembali seperti Ketika kita masih kecil. Kondisi gigi ompong pun tidak boleh disepelekan, karena jika dibiarkan akan berdampak buruk bagi kondisi gigi dan mulut.
Menurut sebuah studi dalam jurnal e-Clinic tahun 2016, kehilangan satu atau beberapa gigi dapat mengganggu fungsi pengunyahan, estetika, dan kenyamanan berbicara. Selain itu, kehilangan gigi juga dapat menyebabkan terganggunya kebersihan rongga mulut, serta menyebabkan migrasi atau pergeseran gigi.
Masih banyak orang yang membiarkan kondisi gigi ompongnya begitu saja tanpa digantikan dengan gigi palsu. Padahal, banyaknya dampak buruk yang dapat muncul dari kondisi ini membuatmu perlu untuk menggantinya dengan gigi palsu.
Selain itu, penggunaan gigi palsu juga sangat menguntungkan. Menurut sebuah laporan dalam Jurnal Photon tahun 2017, gigi tiruan atau gigi palsu akan mengembalikan fungsi estetik, menjaga kesehatan gigi dan jaringan yang masih tertinggal, mencegah terjadinya migrasi gigi, dan meratakan distribusi beban kunyah.
Prinsip yang banyak diterapkan oleh para dokter gigi adalah mempertahankan gigi yang masih bisa dilakukan perawatan. Seperti yang disebutkan dalam Andalas Dental Journal tahun 2013, mempertahankan gigi berarti suatu tindakan untuk mencegah kerusakan gigi, merawat gigi yang sakit, serta merestorasi gigi yang mengalami kerusakan dan kelainan yang mengenai jaringan keras dan lunak, serta mempertahankan gigi selama mungkin di dalam rongga mulut.
Itulah beberapa hal yang perlu Anda perhatikan sebelum memutuskan untuk mencabut gigi. Jangan takut untuk berkonsultasi dengan dokter mengenai keluhan Anda. Dokter gigi pastinya akan menentukan tindakan terbaik untuk kondisi gigimu.
Jangan lupa untuk melakukan cek rutin ke dokter gigi setiap enam bulan sekali. Selain sebagai upaya untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut, ini adalah langkah untuk mendeteksi dini bila ada masalah. Jadi, dokter gigi bisa langsung melakukan tindakan sebelum kondisinya semakin memburuk.
Bagi Anda yang ingin melakukan cabut gigi, lakukan di klinik cabut gigi terdekat yang terpercaya. Salah satu klinik tersebut adalah Happy Dental Clinic. Klinik perawatan gigi dan mulut yang berdiri sejak tahun 2009. Berada di mal-mal strategis dengan memberikan pelayanan lengkap untuk Anda dan keluarga. Happy Dental Clinic memiliki 16 cabang yang tersebar di Jakarta, Tangerang, Cibubur, Bekasi, Bandung, dan Batam.
Tips 4 Jan 2025
Kelebihan Menggunakan Sewa AC Standing di Micool
AC standing memiliki beberapa kelebihan yang membuatnya populer untuk penggunaan sementara atau di ruangan dengan kebutuhan pendinginan yang lebih
Pendidikan 14 Apr 2025
Materi Ujian ITB dan Jadwal Belajar Intensif untuk Calon Mahasiswa ITB
Menghadapi ujian masuk Institut Teknologi Bandung (ITB) adalah tantangan tersendiri bagi banyak siswa. Salah satu kunci untuk meraih keberhasilan di dalam
Kesehatan 14 Jul 2020
7 Strategi Pencegahan Anaplasmosis pada Manusia
Anaplasmosis adalah penyakit yang umumnya ditemukan pada hewan, namun juga bisa ditularkan ke manusia melalui gigitan kutu Ixodes scapularis. Bakteri yang
Gaya Hidup 9 Mei 2024
Apa Benar Kemiskinan dan Kesenjangan di Indonesia Semakin Rendah?
Indonesia adalah negara yang kaya akan sumber daya alam namun ironisnya masih banyak penduduknya yang hidup dalam kemiskinan. Kemiskinan dan kesenjangan sosial
Pendidikan 20 Jul 2024
Pentingnya Terhimpun dalam Organisasi Satu Profesi
Para tenaga ahli farmasi ini tergabung dalam Persatuan Ahli Farmasi Indonesia (PAFI). PAFI pusat berkedudukan di Jakarta, sedangkan cabangnya tersebar di
Pendidikan 19 Nov 2021
Manfaat Online Learning Di Tengah Pandemi
Beberapa tahun terakhir belakangan ini metode belajar secara online atau e-learning mulai banyak digalakkan oleh berbagai kalangan. Hal tersebut karena