RajaKomen
Apakah Mewarnai Rambut Membahayakan Kesehatan? Ini Penjelasannya

Apakah Mewarnai Rambut Membahayakan Kesehatan? Ini Penjelasannya

Admin
21 Agu 2022
Dibaca : 1249x

Tidak dapat disangkal bahwa mewarnai rambut  menjadi aktivitas menyenangkan dan memberikan perubahan total pada penampilan. Apalagi di zaman yang saat ini ada banyak jenis dan style pewarnaan rambut yang membuat penampilan semakin menarik dan meningkatkan rasa percaya diri.

Tapi, ada hal-hal yang perlu diperhatikan ketika memutuskan mewarnai rambut. Dikutip dari whyy.org, aktivitas mewarnai rambut memiliki risiko kesehatan terutama pewarna rambut dengan kandungan kimia tinggi  tinggi. Mulai gejala iritasi ringan hingga masalah kesehatan berat mengancam tubuh lewat proses pewarnaan rambut.

Apa yang menyebabkannya dan apa saja risiko kesehatan yang ditimbulkan? Simak penjelasan berikut yang dirangkum dari beberapa sumber.

Bagaimana bahan kimia masuk ke tubuh ketika proses pewarnaan?

Melissa Piliang, seorang Dermatolog di Claveland Clinic menyebutkan ada dua cara bahan kimia menyerap ke tubuh melalui proses pewarnaan rambut. Pertama, pewarna rambut cenderung memiliki aroma kuat dan menyengat, hal ini bisa jadi aerosol dan menyerap ke paru-paru ketika terhirup. Kedua, melalui kulit, untuk menembus kutikula rambut, molekul-molekul harus sangat kecil, dan molekul yang lebih kecil lebih mungkin untuk dapat menembus kulit.

Bahan kimia juga berpotensi menyerap melalui kantong kelenjar di kulit kepala atau biasa disebut folikel. Jadi melalui folikel rambut, bahan kimia pewarna rambut bisa masuk ke aliran darah. Kondisi ini bisa membahayakan karena banyak bahan kimia dalam pewarna rambut memicu masalah kesehatan.

Beberapa bahan kimia dalam pewarna rambut yang menimbulkan risiko kesehatan yaitu paraphenylenediamine (PDD), amonia, timbal, formaldehida, dan benzena.

Risiko kesehatan akibat mewarnai rambut

Over processing pada rambut

Dikutip dari styecraze.com, dalam proses bleaching digunakan produk mengandung amonia dan peroksida. Ketika amonia menyerap ke batang rambut dan peroksida berproses kimia untuk memutihkan pigmen alami rambut. Dalam memahami proses kimianya, tentu saja ini artinya merusak bagian alami dari rambut.

Pewarnaan berlebihan dengan bahan kimia dapat menyebabkan rambut kehilangan kemilau alaminya, mudah patah, dan dalam beberapa kasus mengalami kerontokan parah. Sementara rambut yang diproses dapat sehatkan kembali sampai batas tertentu dengan perawatan rambut. Satu-satunya cara untuk menghilangkan kerusakan dari pemrosesan yang berlebihan adalah dengan memotong rambut Anda.

Reaksi alergi

Pewarna rambut tidak jarang menyebabkan reaksi alergi, terutama pewarna rambut permanen mengandung paraphenylenediamine (PDD), yang merupakan penyebab alergi umum. Orang-orang dengan kontak langsung dengan antara kulit dan bahan kimia ini rentan memiliki reaksi alergi.

Orang dengan kondisi kulit, seperti eksim dan psoriasis, sebaiknya menahan diri untuk tidak menggunakan pewarna rambut. Dalam kasus yang lebih ringan, pewarna rambut dapat menyebabkan gatal, iritasi kulit, kemerahan, atau pembengkakan pada kulit kepala atau area sensitif lainnya seperti wajah dan leher.

Hal lain yang perlu diingat ketika menggunakan pewarna ini adalah bahwa meskipun tidak memiliki reaksi alergi di masa lalu bukan berarti tidak akan memilikinya di masa depan. Semakin banyak mewarnai rambut, semakin besar kemungkinan mengalami reaksi yang merugikan.

Mata merah

Ketika tidak berhati-hati ketika mewarnai rambut dapat menyebabkan bahan kimia berkontak dengan bagian tubuh yang sensitif di wajah. Seperti bahan kimia dari pewarna rambut bersentuhan dengan mata, hal itu dapat menyebabkan konjungtivitis atau mata merah. Dalam kasus lain, itu menyebabkan peradangan yang parah.

Asma

Asma adalah salah satu gejala reaksi alergi parah terhadap pewarna rambut. Menghirup bahan kimia dalam pewarna rambut secara terus-menerus dapat menyebabkan batuk, bersin, radang paru-paru, radang tenggorokan, dan serangan asma.

Memengaruhi tingkat kesuburan

Meskipun beberapa penelitian menyatakan bahwa ada penyerapan sistemik dalam produk rambut, pewarna rambut mungkin tidak benar-benar mempengaruhi kesuburan atau kehamilan. Namun, karena mereka menunjukkan kemungkinan risiko terkena pewarna rambut untuk waktu yang lama, lebih baik untuk menghindari pewarna rambut jika ingin hamil atau sedang hamil.

Kanker

Ketika pewarna rambut permanen pertama kali diperkenalkan, mereka memiliki senyawa yang bersifat karsinogenik (penyebab kanker). Sementara formulanya diubah untuk menggantikan bahan kimia ini, perdebatan mengenai apakah pewarna rambut dapat menyebabkan kanker belum dihentikan. Sebaliknya, penelitian dan studi lebih ilmiah diperlukan untuk menetapkan hubungan yang pasti antara penggunaan pewarna rambut permanen dan kanker.

Berita Terkait
Baca Juga:
Buzzer

Tips 18 Mei 2025

Mengungkap Peran Buzzer Pilkada di Era Digital dan Bagaimana Rajakomen.com Dapat Membantu Anda

Aktivitas buzzer online telah menjadi fenomena yang semakin meningkat, terutama dalam konteks pemilihan kepala daerah (pilkada) di Indonesia. Dalam era digital

Tips Memilih Asuransi Kesehatan Terbaik

Gaya Hidup 1 Jun 2023

Tips Memilih Asuransi Kesehatan Terbaik

Asuransi kesehatan merupakan salah satu produk keuangan yang penting untuk kita miliki. Fungsinya tak hanya untuk mendukung perawatan medis di saat jatuh

Cara Menginterprestasikan Sebuah Lagu Melalui Lirik Lagu

Pengalaman 21 Jun 2022

Cara Menginterprestasikan Sebuah Lagu Melalui Lirik Lagu

Musik atau lagu sangat berguna dalam mengekspresikan atau mengungkapkan emosi seseorang dengan menggambarkan lewat melodi dan lirik lagu (song lyrics). Namun,

Panduan Memilih Layanan Jual Beli Antam Terpercaya

Tips 5 Apr 2026

Panduan Memilih Layanan Jual Beli Antam Terpercaya

Di Solo, emas Antam menjadi salah satu pilihan utama karena memiliki sertifikat resmi dan tingkat kepercayaan yang tinggi di pasar. Baik untuk kebutuhan

Google

Pendidikan 9 Apr 2025

Mengenal Lebih Dekat Program Studi di IPDN

Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) merupakan lembaga pendidikan tinggi yang berfokus pada pengembangan sumber daya manusia di bidang pemerintahan.

Cara Memasak Nasi untuk Mencegah Tubuh Gemuk

Tips 24 Jun 2020

Cara Memasak Nasi untuk Mencegah Tubuh Gemuk

Masyarakat Indonesia makanan pokoknya adalah nasi dan tidak mengherankan bila dalam menu sehari-hari nasi selalu ada. Walaupun demikian pada sebagain orang

Berita Terpopuler
Berita Terbaru
rajabacklink
Copyright © Pengalamanku.com 2026 - All rights reserved
Copyright © Pengalamanku.com 2026
All rights reserved