anakabah
Apa yang Terjadi pada Tubuh dan Otak ketika Patah Hati? Ini Kata Ahli!

Apa yang Terjadi pada Tubuh dan Otak ketika Patah Hati? Ini Kata Ahli!

Admin
10 Mei 2022
Dibaca : 1682x

Siapa yang gak pernah mengalami patah hati? Ditinggal orang terkasih memang menyesakkan, tak jarang kita melampiaskan emosi dengan cara menangis selama berhari-hari. Rasanya, dunia berubah menjadi kelabu dan tak berwarna seperti biasanya. Hiks!

Namun, tahukah kamu? Ternyata, patah hati bisa dijelaskan dari sudut pandang ilmiah, lho! Mau tahu penjelasannya? Check this out!

1. Patah hati punya nama ilmiah sendiri!

Di dunia medis, patah hati dikenal dengan nama stress-induced cardiomyopathy, ungkap laman Heart.org. Sindrom ini bisa menyerang siapapun, bahkan jika kondisi fisik kita sehat dan bugar. Patah hati menimbulkan rasa nyeri yang intens di dada dan dipicu dari pengalaman emosional yang menyakitkan.

Misalnya, orang terdekat yang meninggal, perceraian, putus cinta, diabaikan atau mengalami penolakan. Sebuah situs menyebut bahwa perempuan lebih rentan mengalami hal ini, karena reaksi dari hormon yang memicu stres berlebih.

2. Perubahan pada jantung ketika mengalami patah hati

Patah hati kerap salah didiagnosis sebagai serangan jantung, sebab gejalanya yang serupa. Hasil tes menunjukkan bahwa terjadi perubahan ritme jantung yang dramatis dan tekanan darah yang mirip dengan gejala serangan jantung. Perbedaannya, patah hati tidak menyebabkan penyumbatan arteri jantung.

Ketika patah hati, sebagian jantung akan membesar untuk sementara dan tidak memompa darah dengan baik. Sementara, bagian jantung yang lain akan berfungsi normal, atau bahkan mengalami kontraksi yang lebih kuat. Kabar buruknya, patah hati bisa menyebabkan kegagalan otot jantung ketika kita berlarut-larut dalam duka. But, don't worry! Patah hati selalu bisa disembuhkan kok! Seiring berjalannya waktu, luka yang kita derita akan pulih dan sembuh dengan sendirinya.

3. Kenali gejala-gejala ini ketika kamu patah hati

Tubuh kita mengalami perubahan ketika patah hati. Gejala yang umum terjadi adalah angina (nyeri dada) dan sesak napas. Selain itu, kita juga berisiko mengalami aritmia, di mana detak jantung menjadi tidak beraturan. Shock kardiogenik juga bisa terjadi. Hal ini ditandai dari jantung yang tiba-tiba melemah dan tidak dapat memompa cukup darah untuk memenuhi kebutuhan tubuh, ungkap laman Heart.org. Kamu harus sigap, karena ini bisa menjadi fatal bila tak diobati segera. Sebab, ketika seseorang meninggal akibat serangan jantung, penyebab kematiannya paling banyak karena shock kardiogenik.

4. Inilah hormon yang dikeluarkan tubuh ketika patah hati

Ketika kita jatuh cinta, otak mengeluarkan hormon kebahagiaan, seperti dopamin dan oksitosin. Namun, ketika patah hati, otak mengeluarkan hormon yang berbeda, yaitu cortisol dan epinephrine. Apa efek dari hormon-hormon tersebut?

Terlalu banyak kortisol dapat menyebabkan otot membengkak, sakit kepala, leher kaku dan dada sesak, terang laman Hey Sigmund. Selain itu, masalah lain dapat terjadi, seperti kram perut, diare, masalah tidur hingga kehilangan nafsu makan.

5. Apakah patah hati bisa menyebabkan kematian?

Ternyata, patah hati lebih berbahaya dari yang kita pikir. Bahkan, patah hati bisa menyebabkan kematian! Dalam beberapa kasus, patah hati memicu stres dan dapat menyebabkan kerusakan fisik pada jantung, ini dikenal juga dengan sebutan takotsubo cardiomyophaty atau broken heart syndrome. Sejarahnya, sindrom ini pertama kali diketahui di Jepang pada tahun 1990. Cardiomyophaty membuat otot jantung melemah, namun di sisi lain dapat menyebabkan pembengkakan jantung dan kontraksi otot jantung yang lebih kuat.

Kasus nyata di mana patah hati dapat menyebabkan kematian adalah kematian Debbie Reynolds, ibu dari aktris Carrie Fisher, yang meninggal satu hari setelah kematian anaknya, terang Satjit Bhusri, ahli jantung dari Lenox Hill Hospital, New York, dalam laman NBC News. Diduga, ikatan emosional yang kuat antara ibu dan anak adalah pemicu dari rasa kehilangan yang berlebih dan dapat berimplikasi pada kematian. Yep, patah hati tak melulu tentang asmara, tetapi bisa juga dari kehilangan anggota keluarga.

6. Patah hati dapat menurunkan kepercayaan diri dan memicu depresi

Gak cuma berdampak buruk pada fisik, patah hati juga bisa memiliki efek buruk pada kesehatan mental. Peneliti dari Virginia Commonwealth University melakukan penelitian pada 7 ribu orang dan menganalisa level depresi dan kecemasan berdasarkan pengalaman traumatis yang pernah mereka alami.

Peneliti mendapat kesimpulan bahwa rasa kehilangan akibat patah hati dapat berpengaruh pada turunnya rasa kepercayaan diri, terang laman Elite Daily. Bahkan, ini juga bisa mengarah pada gangguan kecemasan dan depresi! Berbahaya juga, ya?

7. Patah hati memicu masalah tidur

Ketika patah hati, akan sulit untuk menenangkan pikiran dan beristirahat normal seperti biasa. Justru, yang sering terjadi adalah overthinking dan mengingat-ingat kembali apa yang sudah terjadi. Berharap, semuanya bisa diperbaiki kembali seperti dulu. Gak heran kalau kita mengalami kesulitan tidur setelah patah hati terjadi.

Stres akibat putus cinta dapat membuat kita cemas berkepanjangan. Kesedihan dan kehilangan dapat memengaruhi sistem saraf dan membuat kita sedikit kehilangan kendali. Inilah yang memengaruhi insomnia muncul pada periode ketika kita patah hati, terang Ronald Alexander, psikoterapis dan penulis buku, seperti yang dituturkan pada laman Huffpost.

8. Patah hati memicu perubahan pola makan

Dan terakhir, patah hati juga bisa mengubah pola makan. Kita bisa kehilangan selera makan secara total ataupun justru makan lebih banyak dari biasanya.

Makan seolah menjadi pelampiasan dan pelarian atas luka di hati. Ketika patah hati, kita cenderung mencari makanan yang tinggi kalori, gula dan garam. Bahkan, di sebagian kasus, sebagian orang melarikan patah hati dengan alkohol.

Sebaliknya, patah hati juga mendorong kita untuk malas makan. Seolah kita tak berhasrat dan kehilangan nafsu makan, meskipun kenyataannya kita lapar. Pengaruh hormon yang mendorong terjadinya perubahan pada pola makan, terang laman Huffpost.

Nah, itulah penjelasan ilmiah tentang patah hati. Kalau kamu sendiri, mana yang paling sering dialami?

Berita Terkait
Baca Juga:
7 Games Console Terbaru Dalam Tahun 2020

Gaya Hidup 23 Jul 2020

7 Games Console Terbaru Dalam Tahun 2020

Game menjadi salah satu pelipur penat favorit anak muda terlebih para kaum adam. Ada banyak jenis game yang bisa dimainkan, salah satu yang menjadi favorit

Google

Tips 18 Maret 2025

Cara Lolos Seleksi Universitas Negeri 2026: Strategi Menentukan Pilihan PTN dan Jurusan

Menghadapi seleksi masuk universitas negeri (PTN) bagi banyak siswa merupakan tantangan yang besar. Dengan semakin ketatnya persaingan setiap tahunnya, penting

Pentingnya Memiliki Asuransi Mobil Bekas dan Jenisnya

Tips 12 Nov 2023

Pentingnya Memiliki Asuransi Mobil Bekas dan Jenisnya

Tidak hanya mobil baru, kendaraan mobil bekas pun memerlukan proteksi yang memberikan kenyamanan bagi pemiliknya. Oleh karena itu, sangat penting untuk

Mendapatkan Centang Biru Di Facebook

Bisnis 23 Maret 2025

Syarat dan Ketentuan Mendapatkan Centang Biru di Facebook yang Wajib Diketahui

Centang biru pada akun Facebook merupakan simbol verifikasi yang menandakan bahwa akun tersebut adalah akun resmi dari seorang public figure, merek, atau

Manfaat Menggunakan Jasa Layanan Antar Jemput Karyawan

Transportasi 21 Jun 2022

Manfaat Menggunakan Jasa Layanan Antar Jemput Karyawan

Sebuah perusahaan besar tentunya memiliki banyak karyawan yang akan berangkat dan pulang kerja setiap harinya. Sebagai perusahaan yang terpercaya, alangkah

aplikasi crypto

Bisnis 5 Jun 2025

Jelajahi Dunia Aplikasi Crypto dengan RajaBacklink.com

Di era digital saat ini, pemanfaatan aplikasi crypto semakin meluas. Dengan meningkatnya minat masyarakat terhadap investasi di sektor cryptocurrency, banyak

Berita Terpopuler
Berita Terbaru
raja tv
Copyright © Pengalamanku.com 2026 - All rights reserved
Copyright © Pengalamanku.com 2026
All rights reserved