Raja TV
Apa yang Terjadi pada Tubuh dan Otak ketika Patah Hati? Ini Kata Ahli!

Apa yang Terjadi pada Tubuh dan Otak ketika Patah Hati? Ini Kata Ahli!

Admin
10 Mei 2022
Dibaca : 1685x

Siapa yang gak pernah mengalami patah hati? Ditinggal orang terkasih memang menyesakkan, tak jarang kita melampiaskan emosi dengan cara menangis selama berhari-hari. Rasanya, dunia berubah menjadi kelabu dan tak berwarna seperti biasanya. Hiks!

Namun, tahukah kamu? Ternyata, patah hati bisa dijelaskan dari sudut pandang ilmiah, lho! Mau tahu penjelasannya? Check this out!

1. Patah hati punya nama ilmiah sendiri!

Di dunia medis, patah hati dikenal dengan nama stress-induced cardiomyopathy, ungkap laman Heart.org. Sindrom ini bisa menyerang siapapun, bahkan jika kondisi fisik kita sehat dan bugar. Patah hati menimbulkan rasa nyeri yang intens di dada dan dipicu dari pengalaman emosional yang menyakitkan.

Misalnya, orang terdekat yang meninggal, perceraian, putus cinta, diabaikan atau mengalami penolakan. Sebuah situs menyebut bahwa perempuan lebih rentan mengalami hal ini, karena reaksi dari hormon yang memicu stres berlebih.

2. Perubahan pada jantung ketika mengalami patah hati

Patah hati kerap salah didiagnosis sebagai serangan jantung, sebab gejalanya yang serupa. Hasil tes menunjukkan bahwa terjadi perubahan ritme jantung yang dramatis dan tekanan darah yang mirip dengan gejala serangan jantung. Perbedaannya, patah hati tidak menyebabkan penyumbatan arteri jantung.

Ketika patah hati, sebagian jantung akan membesar untuk sementara dan tidak memompa darah dengan baik. Sementara, bagian jantung yang lain akan berfungsi normal, atau bahkan mengalami kontraksi yang lebih kuat. Kabar buruknya, patah hati bisa menyebabkan kegagalan otot jantung ketika kita berlarut-larut dalam duka. But, don't worry! Patah hati selalu bisa disembuhkan kok! Seiring berjalannya waktu, luka yang kita derita akan pulih dan sembuh dengan sendirinya.

3. Kenali gejala-gejala ini ketika kamu patah hati

Tubuh kita mengalami perubahan ketika patah hati. Gejala yang umum terjadi adalah angina (nyeri dada) dan sesak napas. Selain itu, kita juga berisiko mengalami aritmia, di mana detak jantung menjadi tidak beraturan. Shock kardiogenik juga bisa terjadi. Hal ini ditandai dari jantung yang tiba-tiba melemah dan tidak dapat memompa cukup darah untuk memenuhi kebutuhan tubuh, ungkap laman Heart.org. Kamu harus sigap, karena ini bisa menjadi fatal bila tak diobati segera. Sebab, ketika seseorang meninggal akibat serangan jantung, penyebab kematiannya paling banyak karena shock kardiogenik.

4. Inilah hormon yang dikeluarkan tubuh ketika patah hati

Ketika kita jatuh cinta, otak mengeluarkan hormon kebahagiaan, seperti dopamin dan oksitosin. Namun, ketika patah hati, otak mengeluarkan hormon yang berbeda, yaitu cortisol dan epinephrine. Apa efek dari hormon-hormon tersebut?

Terlalu banyak kortisol dapat menyebabkan otot membengkak, sakit kepala, leher kaku dan dada sesak, terang laman Hey Sigmund. Selain itu, masalah lain dapat terjadi, seperti kram perut, diare, masalah tidur hingga kehilangan nafsu makan.

5. Apakah patah hati bisa menyebabkan kematian?

Ternyata, patah hati lebih berbahaya dari yang kita pikir. Bahkan, patah hati bisa menyebabkan kematian! Dalam beberapa kasus, patah hati memicu stres dan dapat menyebabkan kerusakan fisik pada jantung, ini dikenal juga dengan sebutan takotsubo cardiomyophaty atau broken heart syndrome. Sejarahnya, sindrom ini pertama kali diketahui di Jepang pada tahun 1990. Cardiomyophaty membuat otot jantung melemah, namun di sisi lain dapat menyebabkan pembengkakan jantung dan kontraksi otot jantung yang lebih kuat.

Kasus nyata di mana patah hati dapat menyebabkan kematian adalah kematian Debbie Reynolds, ibu dari aktris Carrie Fisher, yang meninggal satu hari setelah kematian anaknya, terang Satjit Bhusri, ahli jantung dari Lenox Hill Hospital, New York, dalam laman NBC News. Diduga, ikatan emosional yang kuat antara ibu dan anak adalah pemicu dari rasa kehilangan yang berlebih dan dapat berimplikasi pada kematian. Yep, patah hati tak melulu tentang asmara, tetapi bisa juga dari kehilangan anggota keluarga.

6. Patah hati dapat menurunkan kepercayaan diri dan memicu depresi

Gak cuma berdampak buruk pada fisik, patah hati juga bisa memiliki efek buruk pada kesehatan mental. Peneliti dari Virginia Commonwealth University melakukan penelitian pada 7 ribu orang dan menganalisa level depresi dan kecemasan berdasarkan pengalaman traumatis yang pernah mereka alami.

Peneliti mendapat kesimpulan bahwa rasa kehilangan akibat patah hati dapat berpengaruh pada turunnya rasa kepercayaan diri, terang laman Elite Daily. Bahkan, ini juga bisa mengarah pada gangguan kecemasan dan depresi! Berbahaya juga, ya?

7. Patah hati memicu masalah tidur

Ketika patah hati, akan sulit untuk menenangkan pikiran dan beristirahat normal seperti biasa. Justru, yang sering terjadi adalah overthinking dan mengingat-ingat kembali apa yang sudah terjadi. Berharap, semuanya bisa diperbaiki kembali seperti dulu. Gak heran kalau kita mengalami kesulitan tidur setelah patah hati terjadi.

Stres akibat putus cinta dapat membuat kita cemas berkepanjangan. Kesedihan dan kehilangan dapat memengaruhi sistem saraf dan membuat kita sedikit kehilangan kendali. Inilah yang memengaruhi insomnia muncul pada periode ketika kita patah hati, terang Ronald Alexander, psikoterapis dan penulis buku, seperti yang dituturkan pada laman Huffpost.

8. Patah hati memicu perubahan pola makan

Dan terakhir, patah hati juga bisa mengubah pola makan. Kita bisa kehilangan selera makan secara total ataupun justru makan lebih banyak dari biasanya.

Makan seolah menjadi pelampiasan dan pelarian atas luka di hati. Ketika patah hati, kita cenderung mencari makanan yang tinggi kalori, gula dan garam. Bahkan, di sebagian kasus, sebagian orang melarikan patah hati dengan alkohol.

Sebaliknya, patah hati juga mendorong kita untuk malas makan. Seolah kita tak berhasrat dan kehilangan nafsu makan, meskipun kenyataannya kita lapar. Pengaruh hormon yang mendorong terjadinya perubahan pada pola makan, terang laman Huffpost.

Nah, itulah penjelasan ilmiah tentang patah hati. Kalau kamu sendiri, mana yang paling sering dialami?

Berita Terkait
Baca Juga:
Apa Bisa Jual Emas Tanpa Surat? Begini Caranya

Tips 28 Mei 2023

Apa Bisa Jual Emas Tanpa Surat? Begini Caranya

Emas adalah sebuah benda yang sudah lama dijadikan investasi berharga untuk beberapa orang. Hal itu dikarenakan emas memiliki harga yang cenderung stabil dan

Mengatasi Hambatan Utama Tren Online Marketing 2026: Strategi Adaptasi Bisnis

Tips 28 Jun 2026

Mengatasi Hambatan Utama Tren Online Marketing 2026: Strategi Adaptasi Bisnis

Memasuki tahun 2026, dunia pemasaran digital bukan lagi sekadar tempat untuk "berjualan". Bagi para pelaku usaha, ini adalah medan perang baru yang

CTC Health Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat

Kesehatan 28 Okt 2024

CTC Health Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat

Adalah organisasi CTC Health, yang fokusnya pada layanan kesehatan dan penelitian, terutama untuk mendukung komunitas dengan akses terbatas ke layanan medis

Tips Branding Usaha dengan Budget Terbatas

Tips 9 Apr 2025

Tips Branding Usaha dengan Budget Terbatas

Membangun branding usaha yang kuat merupakan salah satu aspek paling penting dalam mencapai kesuksesan bisnis, meskipun Anda memiliki budget terbatas. Branding

Instagram

Tips 2 Apr 2025

Rahasia Algoritma Instagram: Peran Share dalam Meningkatkan Popularitas Reels

Di era digital ini, Instagram telah menjadi salah satu platform media sosial paling populer yang digunakan untuk berbagi konten, terutama video singkat melalui

Strategi Konten Social Media Marketing untuk UKM agar Engagement Meningkat Stabil

Tips 20 Feb 2026

Strategi Konten Social Media Marketing untuk UKM agar Engagement Meningkat Stabil

Perkembangan media sosial telah mengubah cara UKM membangun hubungan dengan pelanggan. Strategi konten social media marketing untuk UKM agar engagement

Berita Terpopuler
Berita Terbaru
Hijab
Copyright © Pengalamanku.com 2026 - All rights reserved
Copyright © Pengalamanku.com 2026
All rights reserved