RF
Mengenal Stress Eating, Keinginan Makan Berlebih saat Stres

Mengenal Stress Eating, Keinginan Makan Berlebih saat Stres

Admin
5 Nov 2024
Dibaca : 948x

Saat sedang stres, tubuh akan mengeluarkan hormon kortisol yang dapat meningkatkan nafsu makan sehingga muncul keinginan untuk makan disaat stres/tertekan, atau disebut stress eating. Bagi sebagian orang, stress eating adalah cara terbaik untuk meredakan stress.

Meski dikenal sebagai salah satu cara menghilangkan stres, ternyata stress eating justru dapat menyebabkan masalah kesehatan, salah satunya obesitas. Itulah mengapa kebiasaan ini perlu dihentikan. Lantas bagaimana cara mengatasinya? Simak penjelasannya di bawah ini.

Apa itu Stress Eating?

 Emotional eating atau stress eating adalah kecenderungan seseorang untuk mengalihkan rasa cemas, sedih, atau marah dengan makan berlebih. Keinginan untuk makan ini tidak dipicu dari rasa lapar melainkan hanya berdasarkan keinginan untuk menenangkan emosi atau sebagai hadiah bagi diri sendiri. 

Stress eating tidak hanya dialami oleh seseorang dengan emosi yang negatif, tetapi bisa juga terjadi saat seseorang merasa terlalu bahagia sehingga menjadikan makanan sebagai hadiah.

Mengapa Stres dapat Memicu Keinginan Makan Berlebih?

Dalam jangka pendek, stres justru dapat membuat nafsu makan seseorang menurun. Hal ini karena struktur otak, yang disebut dengan hipotalamus memproduksi hormon penekan nafsu makan atau corticotropin releasing hormone.

https://pafikotaselatpanjang.org/

Stress eating adalah kondisi yang dapat terjadi ketika stres berlangsung dalam jangka panjang. Situasi ini membuat otak memerintahkan kelenjar adrenal untuk melepaskan hormon glukokortikoid yang bertugas meningkatkan nafsu makan.

Tanda-Tanda Stress Eating

 Beberapa hal yang menandakan bahwa seseorang sedang dalam kondisi stress eating adalah sebagai berikut :

 Menginginkan makanan tertentu yang cenderung manis atau pedas.
Selalu ingin makan meski tidak merasa lapar.
Terlalu malas untuk melakukan hal-hal lain.
Memiliki sugesti bahwa makan akan membuat perasaan dan pikiran menjadi lebih baik.

 Dampak Negatif Stress Eating

 Menurut penelitian, wanita cenderung beralih ke makanan saat stres. Berbeda dengan pria yang mengarah ke rokok atau alkohol. Namun, sebagian besar dari mereka tidak memperhatikan jenis dan jumlah makanan yang dikonsumsi. Tanpa disadari, Anda akan mengonsumsi berbagai makanan tinggi kalori dan lemak. Kebiasaan ini dapat menimbulkan masalah kesehatan apabila berlangsung  dalam jangka panjang.

Ketika Anda kurang memperhatikan asupan makanan, maka risiko untuk mengalami obesitas, diabetes, hingga hipertensi akan semakin tinggi. Itulah mengapa kebiasaan ini perlu dikendalikan atau dihentikan.

Cara Mengatasi Stress Eating

Sebelum muncul beberapa masalah kesehatan, ada baiknya Anda menghentikan kebiasaan ini dengan menerapkan cara-cara berikut ini :

 1. Memahami Penyebab Stres

Cara pertama dalam mengatasi stress eating adalah memahami penyebab stres itu sendiri. Coba cari tahu hal apa saja yang telah membuat Anda cemas.

Setelah menemukan penyebabnya, cobalah untuk mencari solusi dari kecemasan yang Anda alami. Misalnya Anda mengalami stres akibat pekerjaan, maka Anda bisa beristirahat sejenak dari pekerjaan tersbut.

 Penyebab stress eating adalah stres yang berlangsung lama. Artinya, bila Anda bisa menangani stres dengan cepat, maka stress eating dapat dihindari.

2. Mencari Pengalihan Stres

Saat sedang stres, cobalah untuk mencari pengalihan yang lebih sehat. Anda dapat melakukan beberapa kegiatan yang meningkatkan mood, seperti menonton film, berbelanja, atau melakukan hobi lainnya.

Faktor lain yang dapat menyebabkan stress eating adalah rasa bosan terhadap rutinitas sehari-hari. Untuk itu, Anda dapat mencoba pengalaman baru yang belum pernah dicoba sebelumnya. Hal ini akan membantu mengalihkan Anda dari keinginan untuk makan.

 3. Berolahraga

Olahraga tidak hanya baik bagi kesehatan, tetapi juga bisa mengatasi masalah stres. Ketika berolahraga tubuh akan menurunkan kadar hormon kortisol sekaligus melepaskan hormon endorfin yang berperan memberikan rasa bahagia. Dengan begitu, suasana hati Anda akan lebih baik tanpa harus menuruti keinginan untuk makan berlebih.

4. Selalu Sediakan Makanan Sehat

Usahakan mengonsumsi makanan sehat bergizi alih-alih mengonsumsi makanan yang kurang sehat. Maka dari itu, sebaiknya selalu sediakan makanan sehat di rumah. Makanlah dengan perlahan dan porsi sedikit untuk menghindari asupan kalori yang berlebihan.

5. Meditasi

Meditasi merupakan salah satu cara efektif dalam meredakan stres. Meditasi bermanfaat untuk menenangkan pikiran dan menghindari stress eating. Teknik meditasi yang dapat Anda lakukan salah satunya adalah yoga.

6. Berkonsultasi dengan Dokter

Konsultasikan dengan dokter apabila beberapa cara di atas tidak membuat Anda merasa lebih baik. Dokter dapat memberikan saran terbaik untuk mengatasi stress eating yang Anda alami.

Berita Terkait
Baca Juga:
Google

Pendidikan 21 Apr 2025

Program Studi di STPN: Pilihan Jurusan Dan Keunggulannya

Sekolah Tinggi Pemerintahan Dalam Negeri (STPN) merupakan salah satu perguruan tinggi negeri yang fokus pada pendidikan pemerintahan dan hubungan pemerintahan

Google

Pendidikan 15 Apr 2025

Forum Diskusi SNBT: Tips Sukses Menghadapi Ujian dengan Strategi Terbaik

Di tengah persaingan yang semakin ketat untuk memasuki perguruan tinggi, Ujian SNBT (Seleksi Nasional Berbasis Tes) menjadi langkah krusial bagi para calon

Google

Pendidikan 13 Mei 2025

Pelaksanaan Ujian CPNS 2026: Jadwal, Lokasi, dan Syarat yang Harus Kamu Penuhi Sejak Awal

Perekrutan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) merupakan salah satu moment yang sangat dinantikan oleh masyarakat Indonesia. Setiap tahunnya, ribuan orang

sosmed partnership agen properti

Tips 11 Jun 2025

Sosmed Partnership Agen Properti: Membangun Kesuksesan Bersama Rajakomen.com

Di era digital saat ini, keberadaan media sosial atau sosmed menjadi semakin penting, terutama dalam industri properti. Sosmed partnership agen properti kini

Sosial Media

Bisnis 8 Apr 2025

Pentingnya Konsistensi Promosi Konten dengan Sistem Share Otomatis

Dalam era digital yang semakin berkembang, keberadaan konten berkualitas saja tidak cukup untuk menjangkau audiens yang lebih luas. Konsistensi dalam promosi

Perbedaan TOEFL iBT dan PBT: Mana yang Sesuai? Simak Pengertian TOEFL

Pendidikan 10 Maret 2025

Perbedaan TOEFL iBT dan PBT: Mana yang Sesuai? Simak Pengertian TOEFL

TOEFL yang merupakan singkatan dari Test of English as a Foreign Language adalah ujian yang dirancang untuk mengukur kemampuan berbahasa Inggris

Berita Terpopuler
Berita Terbaru
RajaKomen
Copyright © Pengalamanku.com 2026 - All rights reserved
Copyright © Pengalamanku.com 2026
All rights reserved